BERITA

  • SMK KARNAS GELAR SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI

    SMK KARNAS GELAR SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI

    Dewasa ini pergaulan remaja di sekitar kita sudah sangat memprihatinkan. Banyak diantara mereka yang notabene usianya masih belia sudah melakukan hal-hal yang belum sepantasnya dilakukan. Tak dipungkiri, perkembangan dan kemajuan dunia Tekhnologi memberikan andil yang cukup besar bagi kasus-kasus semacam ini. Internet yang begitu mudah diakses oleh semua orang ikut memberikan dampak  buruk. Apalagi kini banyak susupan  konten-konten ‘Negatif’ yang bermunculan ketika kita mengakses internet.
    Usia remaja adalah usia dimana rasa keingintahuan sangat tinggi. Positifnya hal ini baik bagi mereka untuk menambah wawasan dan pengetahuan, namun negatifnya ketika remaja ‘Kepo’ akan sesuatu hal yang berunsur negatif, misalnya terhadap konten-konten pornografi di internet, maka hal ini kurang baik dan akan sangat berbahaya bagi kesehatan otak dan perkembangan psikologis mereka. Lebih jauh, konsumsi konten-konten pornografi semacam ini akan mengarah kepada pergaulan bebas dan hubungan seks terlarang.
    Menindaklanjuti wacana dan kekhawatiran terhadap dunia remaja seperti itu, maka pada hari kamis tanggal 10 November 2016 bertempat di Aula SMK Karya Nasional (KarNas) Kuningan menggelar seminar Kesehatan Reproduksi dengan mendatangkan Tim khusus dari Rumah Sakit Sekar Kamulyan Cigugur yaitu Ibu Shanti dan Ibu Atit Parianti.Seminar ini membahas Kesehatan Reproduksi dan Bahaya HIV – AIDS. Seminar ini diikuti oleh seluruh siswi perempuan di SMK Karya Nasional yang berjumlah 160 orang. Peserta seminar ini memang sengaja di pisah berdasarkan jenis kelamin, agar kegiatan dapat berjalan lebih maksimal.
    Menurut Kepala SMK KarNas Kuningan, Dr H Yepri Esa Trijaka, M.M.Pd kegiatan semacam ini rencananya akan dilaksanakan rutin melalui kegiatan Keputrian yang sudah menjadi program sekolah setiap bulan bekerja sama dengan Tim dari Rumah Sakit Sekar Kamulyan
    “Saya berharap dengan diadakannya kegiatan seminar ini siswa-siswi dapat terhindar dari pergaulan yang kurang baik dan dapat mengerti, memahami, serta dapat menerapkan pergaulan remaja yang baik dan sehat. Pada seminar tersebut disampaikan materi mengenai pubertas pada usia remaja, anatomi organ reproduksi manusia, pengertian dan penyebab HIV – AIDS, media penularan penyakit AIDS, serta pencegahan penyakit tersebut.” Jelasnya.
      Menurut Ibu Shanti, salah satu narasumber antusias peserta pada kegiatan seminar Kesehatan Reproduksi dan Bahaya HIV – AIDS ini sangat tinggi, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta kepada narasumber.
    “Saya merasa kaget dengan respon siswi disini dan kewalahan dengan berbagai macam pertanyaan yang munculnamun sangat senang sekali bisa berbagi ilmu dan ikut mengarahkan remaja kita agar bisa memiliki pergaulan yang baik dan sehat.” Ungkapnya.
    Tingginya respon dan banyaknya pertanyaan dari siswi membuktikan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, maka kegiatan seperti ini memang harus terus diselenggarakan selain tentunya perhatian dan pengawasan dari keluarga.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks